RESUME
KELOMPOK 2
KELOMPOK 2
Tentang
KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
Di Susun Oleh :
Dwi Ayu Lestari
1620217
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2019
A. PENGERTIAN KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelola sendiri akar katanya adalah “kelolah” di tambah awaalan “pe” dan akhiran “an” ,istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen “. Manajemen adalah kata yang di adopsi dari bahasa inggris yaitu management, yang berarti katalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.
Menurut Oemar Hamalik pengelolaan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama. Menurut Suharismi Arikunto, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan blelajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan arti dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.
B. MACAM-MACAM KOMPONEN KETERAMPILAN KELAS
a. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan peserta diidk yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujudnya jika guru memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan :
1. Menunjukan kehagatan dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun perorangan.
2. pemikiran peserta didik.
3. menunjukan kesiapan untuk membantu peserta didik.
b. Keterampilan mengorganisasikan.
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yang mengatur dan memonitor kegiatan belajar- mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan. Keterampilan- keterampilan yang harus dikuasai oleh guru agar bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar adalah :
1. menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
2. membentuk komponen yang tepat.
3. mebagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
c. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar.
Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai keterampilan berikut ini .
1. Memberikan penguatan sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
2. Mengembangkan supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
3. Mengadakan supervisi proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
4. Mengadakan supervisi pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.
d.Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut.
Untuk membantu suatu perencanaan yang tepat, guru dituntut untuk mampu mendiaknosis kemampuan akademik peserta didiknya, memahami berbagai tipe belajar peserta didiknya memahami bakat dan minat peserta didiknya, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil dagnostik tersebut, guru diharapkan mampu menerapkan kondisi dan tuntutan belajar berupa belajar mandiri, paket kegiatan belajar, belajar dengan teman sebaya, semulasi, dan sebagainya yang semuanya memadu peserta didik untuk menghayari pengalaman bekerja sama atau bekerja dengan pengarahan sendiri.
Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas antara lain sebagi berikut.
1. Membantu peserta didik menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tersebut.
2. Merencanakan kegiatan belajar bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan, langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar.
3. Bertindak atau berperan sebagai penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
4. Membantu peserta didik menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan kesempatan kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang merupakan kerja sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang manusiawi.
C. PERMASALAHAN DALAM KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
Dalam menangani tugasnya, guru-guru sering menghadapi permasalahan dengan kegiatan-kegiatan didalam kelasnya. Permasalahan ini meliputi dua jenis juga, yaitu yang menyangkut pengajaran dan yang menyangkut pengelolaan kelas. Guru-guru harus mampu membedakan kedua permasalahan itu dan menemukan pemecahannya secara tepat. Amat sering terjadi guru-guru menangani masalah yangbersifat pengajaran dengan pemecahan yang bersifat pengelolaan dan sebaliknya.
Faktor- faktor permasalahan dalam komponen kelas terdiri dari :
1. Faktor yang bersumber dari guru
2. Faktor yang bersumber anak
Trimakasih atas materi yang di share, materinya sangat bermanfaat untuk saya
BalasHapusArtikel nya sangat membantu 👍
BalasHapussangat membantu
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusterimakasih ilmunya kak
BalasHapus